Dalam bentuk yang paling sederhana sebuah xover(crossover) pasif dibangun dari rangkaian kapasitor dan inductor(lilitan kawat tembaga) untuk menyaring nada rendah, tengah dan tinggi, dan kemudian diberikan ke speaker kita.
Nilai kapasitas dan induktansi dihitung khusus untuk impedansi dan daya keluaran speaker tertentu. Sirkuitnya yang diperlihatkan pada gambar1 ini yang bekerja tanpa catu daya. Rangkaian xover pasif yang biasanya ditaruh didalam kotak speaker itu bisa berfungsi sangat baik pada stereo set rumahan dimana ruang dengarnya berukuran relative kecil. Namun apabila digunakan pada ruang yang lebih besar seperti aula pertunjukan, atau diluar ruangan(out door), kotak pasif tersebut tidak bisa bersuara lantang dan tidak jelas bila didengarkan dari jarak yang agak jauh.
Mengapa demikian? Disebabkan oleh serapan energi sinyal dari komponen pasif pada xover pasif yang dipakai. Rata-rata rangkaian xover pasif menyedot daya 1-2db watt, sehingga membuat suara yang berguna menjadi mengecil 30-50%. Dan akibatnya kekerasan suara (SPL Sound Presure level) yang cukup, dibutuhkan amplifier dengan daya keluaran lebih besar berbanding dengan yang diboroskan.
Tuntutan SPL tinggi seringkali menyebabkan setelan volume yang besar pula. Hal ini bisa menjadi problem serius dalam urusan kualitas suara. Katika ampli menerima sinyal musik dengan frekwensi rendahdengan levl dan bentuknya seperti gambar 2A, dan pada saat itu juga besama dengan nada tinggi(2B), maka yang diolah oleh ampli tunggal adalah jumlah dari sinyal komposit dengan bentuk seperti gambar2C, dimana besarnya tegangan menjadi 2 kali lipatnya, apabila batas maksimum amplifier tunggal tersebut di lampaui, maka akan terjadi pemenggalan pada puncak sinyal(clipping) yang bentuknya seperti gambar 2D. Dampaknya akan membuat suara treble akan terdengar pecah, dan lebih mengerikan lagi, bentuk penggalan sinyal itubagi tweeter- dilihat dari daya rata-rata/rmsnya-nya-adalah sebuar tegangan DC!- yang sudah pasti mempunyai daya rusak yang tinggi untuk speaker.
Terjadi clipping akan meningkatkan cacat harmonic(THD,Total Harmonic,Distortion) serta cacat intermodulasi(TIM,Transient Intermodulation). Uraian cacat-cacat ini akan menyebabkan suara vocal(terngah) menjadi kusam(dull)dan kehilanagan image stereo(gambaran stereo). Trebelnya cenderung menjadi metalik, membuat kuping anda cepat capai untuk mendengarkannya. (more…)